RANA Sang Teladan, Siswa SMPN 2 Cabang Bungin Jadi Viral di Medsos

CMedia  Group,  Cabangbungin-Kisah Humas SMPN2 Cabang Bungin “Kami mendapat jawaban tentang berita yang beredar dan menjadi perbincangan di fb dan grup-grup wa bahwa ada siswa kami yang bernama Rana menjadi penjual Telor gulung seusai pulang sekolah”, Sumber Akun fb Slamet Sugiarto.

“Kami mencoba menelusuri kebenaran berita tersebut dan kami dengan mandat ibu kepala sekolah (Sumarni, M.Pd) langsung ‘home visit’ ke rumah yang bersangkutan. Perjalanan ke rumahnya memang cukup melelahkan jarak dari sekokah ke rumah Rana cukup jauh yakni kampung Bulak yang terletak di ujung kampumg Penombo ditambah lagi masih ada jalan yang rusak”.

Cerita di lanjutkan, Fakta yang mencengangkan, awalnya kami mengira bahwa berita tersebut sekedar pemanis gambar saja, ‘selfy’ ternyata kami salah, Rana benar-benar seperti yang dibicarakan oleh teman-teman di fb atau grup-grup wa.

Rana, begitulah nama panggilan dan juga nama aslinya. Ia adalah siswa kelas IX SMPN 2    Cabangbungin. Secara fisik ia memang memiliki postur tubuh paling kecil diantara teman seangkatanya mamun ia mempunyai jiwa besar dalam menjalankan kehidupannya.

 Anak seusianya yang umumnya lebih banyak bermain usai pulang sekolah justru ia malah mau melakukan hal yang sangat positif -membantu orang tua dengan menjadi penjual telor gulung keliling bahkan mampu untuk menepis semua hal yang menyudutkanya, ia tidak malu apa lagi gengsi seperti umunya anak “zaman now”.

Lahir dalam keluarga kecil dari seorang ayah bernama Abdullah (pa Aab) dan istrinya. Ia memiliki dua orang adik. Rupanya ia sebagai anak pertama merasa perlu membantu orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari terutama untuk ongkos dan kebutuhan sekolah serta uang jajan dia dan kedua adiknya. “Hali ini sudah ia lakukan sejak beberapa bulan lalu, tepatnya semenjak Romadhon tahun ini.” Tutur ayahnya pa Aab yang sempat kami wawancarai; “

Pak Aab Ayah Rana bercerita pada Humas SMPN 2 Cabang Bungin, Pada Romadhon kemarin anak saya ini meminta saya untuk menyiapkan peralatan dagang telor gulung, katanya dia mau jualan buat tambahan uang jajannya, saya pun melarangnya karena saya tidak tega. Anak saya badannya kecil sementara peralatan dagang dan motornya jauh lebih besar dari pada badanya. Memang dulu saya pernah jadi penjual telor gulung namum saya putuskan untuk berhenti karena kekurangan modal dan jauh dari mencukupi kebutuhan hidup kami pada waktu itu dan saya beralih profesi menjadi buruh lemari di kampung sebelah.

Ayah Rana melanjutkan ceritanya, Kemauan anak saya tidak terbendung dan hingga kini ia masih berjualan telor gulung. Saya selaku orang tua merasa malu karena tidak bisa memcegah kemauan anak saya dan saya sendiri merasa tidak tega terserah apa penilaian orang pada saya.”

Kamipun berkesempatan untuk bertanya langsung pada anak didik kami ini (Rana). Jawabannya sama persis dengan yang dituturkan oleh ayahnya. Ia tidak ada yang memaksanya untuk berjualan, malah ia memaksa orang tuanya untuk mengizinkanya berjulan.

Kini kami hanya bisa berdo’a dan berharap agar aktifitasnya tidak mengganggu pelajarannya dan tetap bersemangat untuk berangkat sekolah. (Slamet Sugiarto)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *