Masih Ada Siswa SDN di Kabupaten Bekasi Terpaksa Belajar di Gudang Milik BPBD

CMedia Group, BEKASI – Murid SDN 1 Ridhogalih, Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi terpaksa harus belajar di dalam gudang milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pasalnya, sekolah mereka belum diperbaiki sejak roboh beberapa waktu lalu.

“Sudah dua tahun di sini. Kondisinya memang begini, terpaksa. Karena gedung sekolah sebelumnya hancur, atapnya roboh,” kata Ahmad (43), guru SDN 1 Ridhogalih, Jumat (7/9/2018).

Ahmad mengatakan, awalnya murid bersekolah seperti biasa di gedung lama. Tapi karena dianggap membahayakan murid, akhirnya mereka terpaksa belajar di gedung BPBD.

“Terakhir ada atap yang roboh. Jadi kami bersepakat pindah saja. Ada gudang milik BPBD, kami menumpang,” katanya.

Gudang BPBD yang ditempati murid berada di Desa Ridhogalih, tepatnya bersebelahan dengan gedung sekolah. Gudang berukuran sekitar 10×20 meter tersebut difungsikan untuk menampung logistik.

Gudang tersebut digunakan murid SDN 1 Ridhogalih dari kelas 1 hingga 6 dengan total murid berjumlah 90 orang. Masing-masing kelas hanya disekat dengan papan tulis dan teriplek.

Lokasi belajar yang seadanya otomatis menganggu konsentasi murid saat belajar. Karena suara guru yang sedang mengajar di dalam kelas akan terdengar di kelas lainnya.

“Jadi memang kalau saya lagi menerangkan, kelas sebelah ribut, ya anak-anak enggak konsentrasi. Kalau guru sedikit saja suaranya lebih kencang saat menerangkan pasti mengganggu kelas lainnya. Belum lagi kan panas ini gudang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Heri Herlangga mengatakan, mengaku perbaikan gedung SDN 1 Ridhogalih telah diajukan melalui APBD 2016 lalu. Namun pembangunan tidak dapat dilakukan karena gagal lelang.

“Memang karena lokasinya tidak nyaman. Padahal sudah diajukan untuk dibangun dan sudah masuk anggaran tapi sayangnya gagal lelang. Namun kami ajukan lagi ini agar bisa masuk ke anggaran 2019,” katanya.

“Saya merasa miris anak-anak didik harus belajar di gudang. Kami akan melakukan penataan serta memasang kipas angin untuk menghindari rasa panas yang dikeluhkan saat proses KBM berlangsung,” tambahnya.(PJ)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *