Rudi Gunawan PHP In KONI Kabupaten Garut

Metrobekasikabupaten.com, GARUT-Rudi Gunawan, Bupati Garut yang baru- baru ini mengatakan bahwa untuk membiayai atlet  olahraga melalui pinjaman BPR. Namun kenyataannya nol besar alias omdo atau pemberi harapan palsu (PHP). Selain itu dana bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut tidak cair.

Sehingga Komite Olahraga Nasional (KONI) Garut untuk membiayai Cabang Olahraga yang harus mengikuti babak kualifikasi Porda Desember ini terpaksa menggadaikan mobilnya.

Seperti yang dikatakan sekertaris KONI Kab. Garut, H. Rizal Syam yang mengatakan, sebelumnya pengurus KONI sudah mengadakan pertemuan dengan Bupati Rudy Gunawan mengenai semua kebutuhan cabor untuk mengikuti babak kualifikasi. Di hadapan pengurus KONI waktu berkunjung ke Pendopo, Bupati langsung mengontak pengelola BPR Garut, agar memberikan dana pinjaman untuk KONI.

“Kami sempat apresiasi upaya bupati tersebut. Namun Bupati hanya memberikan harapan palsu (PHP) karena persyaratannya sama saja dengan pinjaman untuk pribadi. Selain bunganya besar, juga dipotong untuk administrasinya saja lebih Rp 16 jutaan.” Ungkap H. Rizal Syam kepada awak media.

Namun kenyataannya nol besar. Sehingga pengurus berupaya mencari dana talangan dengan cara pinjam uang ke berbagai pihak dengan jaminan BPKB, pinjam ke koperasi, bahkan ada juga yang pinjam uang berbunga (rentenir).

“Kalau begini caranya tidak usah ke BPR, pinjem saja ke bank lain. Dikira setelah di telepon Pak Bupati bisa mudah, tapi ternyata tidak bisa),” kesal Rizal.

Ia menyayangkan pernyataan Bupati Rudy di media massa, bahwa uang untuk BK sudah cair. Dampaknya sejumlah cabor yang belum BK langsung menanyakan uang dari Pemkab itu ke KONI.

“Karena Pak Bupati mengatakan dana dari Pemkab itu sudah cair, kami dimarahin dan ditegur pengurus cabor, karena dikira tak dikasih ke mereka. Padahal apa yang dikatakan Bupati itu tidak terbukti. Kenapa Pak Bupati bilang dana sudah cair. Itu yang saya sesalkan, tapi tetap kita tidak bisa menyalahkan bank,” ujarnya.

Kesal merasa Pemkab tak ada perhatian, menurut Rizal, sejumlah pengurus cabor malah mengancam mengundurkan diri. Mereka berencana menyerahkan persiapan Porda ke Pemkab.

“Wah pokoknya mah pertemuan alot sampai ada yang mengusulkan untuk mengundurkan diri dan menyerahkan persoalan persiapan ini ke Pemkab. Untung Pak Ato, Pak Syakur, Pak Deden Rohim, Pak Yadi Solihin rela mengeluarkan uangnya untuk membantu persiapan Porda ini. Kalau tidak ada mereka, wah saya juga tidak tahu harus bagaimana. Kok gini Pemkab Garut teh,” papar Rizal.

Ditegaskannya, pengurus KONI berharap Pemkab Garut lebih serius memperhatikan perkembangan olahraga di Kabupaten Garut.

“Sebab berdasarkan peraturan, yang berkewajiban menyediakan dana untuk Porda ini adalah Pemerintah,”tegasnya. (Ryan)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *